Kamis, 26 November 2015

TUGAS SOFTSKILL 2: Mendeskripsikan Suatu Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Mendukung Perekonomian Nasional pada Bank BCA

Nama Kelompok:
·                     Dhejie A. Octavianti
·                     Fitria Puspa Sari
·                     Hanik Nur Laili
·                     Ika Nurjanah
·                     Irma Farhanah
·                     Khusnul Khotimah


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BANK BCA

·         Pendahuluan
Guna untuk mendukung perkembangan Bank BCA dan memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, maka dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Teknologi Informasi BCA menerapkan tiga pilar dasar yaitu :
1.      Melayani lini-lini bisnis termasuk pengembangannya.
2.      Memperkuat infrastruktur TI
3.      Menerapkan tata kelola teknologi informasi

Seperti diketahui bahwa salah satu fasilitas yang diberikan Bank BCA saat ini kepada nasabahnya yaitu memberikan fasilitas jaringan internet dan mobile banking. Dengan diterapkannya fasilitas tersebut sangat membantu nasabah dalam melakukan transaksi dimanapun karena Bank BCA melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti toko-toko property, toko belanja, maupun tempat-tempat umum milik pemerintahan.

Pada tahun 2012, salah satu upaya terpenting di Grup TI adalah pembangunan disaster recovery data center (DRC) di Surabaya dimana sebagian dari pembangunan tersebut fungsinya akan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2013 dan selanjutnya akan beroperasi penuh pada tahun 2014.

·         Pusat Penyimpanan Data Transaksi

BCA melakukan berbagai penyempurnaan pada teknologi perbankannya, yaitu dengan melakukan perubahan pendekatan BCA yang semula focus pada produk kini menjadi lebih focus pada nasabah dengan memanfaatkan pusat penyimpanan data dalam skala besar. Hal ini dilakukan guna mendukung kebutuhan transaksi perbankan, baik nasabah individu maupun nasabah bisnis. Pusat penyimpanan data yang besar membuat BCA lebih mudah dan memungkinkan BCA untuk mengelola berbagai macam informasi nasabah yang beragam pada waktu tertentu. Sejalan dengan upaya dalam membangun hubungan dengan nasabah dan mempertahankan keunggulan pengembangan teknologi, BCA menyediakan kombinasi solusi yang tepat bagi beragam  kebutuhan di samping menyediakan transaksitransaksi dasar perbankan. Oleh karena itu,dibutuhkan data yang akurat baik dari sisi aset dan kewajiban atas neraca nasabah serta kemampuan yang memadai dalam mendukung kebutuhan-kebutuhan dalam bertransaksi. Dari sisi perbankan konsumer, BCA berupaya mengintegrasikan seluruh informasi nasabah dalam satu data warehouse yang tersentralisasi, dimana hal tersebut memungkinkan Bank untuk dapat memahami setiap kebutuhan dan perilaku nasabah secara ‘single-view basis’. Bank terus mengembangkan pendekatan ini melalui protokol Customer Relationship Management (CRM) sehingga Bank dapat menawarkan produk-produk yang terpilih sesuai kebutuhan nasabah.

·         Fleksibilitas dan Keandalan

BCA terus memperoleh manfaat dari implementasi Service-Oriented IT Architecture (SOA).  Melalui arsitektur TI ini, BCA dapat memberikan respon yang lebih cepat, khususnya pada layanan perbankan transaksi yang baru.  Platform jaringannya tidak hanya melayani perbankan transaksi tetapi mendukung berbagai aplikasi lainnya.  Selain itu, BCA pun meningkatkan kapasitas perangkat keras guna mendukung pesatnya pertumbuhan volume transaksi. Kebutuhan untuk menyediakan interface juga semakin penting guna memberikan kepuasan kepada para nasabah.  Melakukan upgrade untuk aplikasi mobile banking agar serupa seperti tampilan internet banking dan dapat digunakan di beragam perangkat mobile. Dalam rangka menyediakan layanan yang aman, terpercaya, nyaman, cepat, dan real time, seperti yang diharapkan nasabah, BCA menerapkan sistem komunikasi highbandwidth yang berjalan secara redundant untuk memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan antar kantor cabang utama BCA.

·         Keberlangsungan Usaha

Dalam melangsungkan usaha, BCA mengoperasikan dua data center secara mirroring yang dapat dioperasikan secara independen untuk mencegah adanya gangguan pada data center dimana kemampuanya segera diperkuat oleh Disaster Recovery Center (DRC). Sebagian besar konsentrasi Grup TI pada tahun 2012 diarahkan pada pembangunan DRC di Surabaya, dimana kontrak kerjasama DRC di Singapura akan dihentikan ketika DRC Surabaya mulai beroperasi. Maka dari itu, investasi yang besar ini memungkinkan BCA untuk menyediakan layanan yang lebih baik dan memastikan adanya ketersediaan sistem yang stabil. Dalam BCA, setiap karyawan memainkan peranan penting pada rancangan kelangsungan usaha. Setiap karyawan dilatih dalam mempersiapkan perlengkapan dan uji coba scenario untuk meningkatkan pemahaman pentingnya keberlangsungan usaha atas suatu kondisi. Dokumentasi yang terkait dengan keberlangsungan usaha pada BCA sudah tersedia secara online. BCA juga menerbitkan dan mensosialisasikan informasi yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan BCA.

·         Tata Kelola TI

BCA menjunjung tinggi tata kelola TI untuk memastikan manajemen TI yang baik telah diterapkan serta tetap dapat mempertahankan kualitas sistem kinerja software. Selain itu BCA terus mencari cara untuk memantapkan edisiplinan dalam siklus pengembangan sistem dan produk yang berkualitas sebab biaya perbaikan sistem akan menjadi jauh lebih mahal pada saat produksi telah berjalan.

·         Rencana ke Depan

Pada tahun 2013, salah satu inisiatif penting yang akan dilakukan yaitu peningkatan sistem pusat penyimpanan data transaksi secara berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus bertumbuh. Dan akan berlanjut hingga tahun 2014. BCA akan terus melengkapi infrastruktur TI yang mencakup sistem, jaringan, dan data center yang diperlukan untuk memberikan layanan yang andal dan aman. Sejalan dengan ketentuan Bank Indonesia, BCA akan menerapkan National Standard for Indonesia Chip Card Specification (NSICCS) yang akan berjalan dalam beberapa tahun ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar